ziddu

Minggu, 24 Agustus 2008

Hemat BBM dengan methode elektrolisis / Brown Energy (Electrolyzer)

,


Banyak sekali artikel-artikel mengenai penghematan BBM ini, mulai dari menambahkan boster pada pengapian, sampai metoda electrolisa ini.
Gambar disamping adalah salah satu model Electrolizer yang dapat menghemat penggunaan BBM pada kendaraan bermotor hingga 50% lebih dan meningkatkan performa kendaraan hingga 20%.

Alat yang disebut electrolizer ini menghasilkan HHO (2 part Hydrogen + 1 Oxygen) gas yang sangat mudah terbakar yang kemudian HHO ini dimasukan ke intake manifold pada kendaraan bermotor. Dengan adanya campuran BBM + HHO yang kaya ini memungkinkan pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga BBM menjadi efisien.

Berikut adalah diagram sederhana Electrolyzer :






Sebenarnya teknologi ini sudah lama ada penemunya adalah Dr. Yule Brown maka sering disebutnya sebagai brown's gas atau Bronwn Energy dan sudah banyak yang mencoba membuatnya baik di luar negeri maupun di indonesia , seperti di Jogjakarta adalah Bapak Joko beliau juga membuat generator electrolyzer ini dan telah menerapkanya ke lebih 1000 kendaraan di Jogja.

Selain untuk kendaraan berbahan bakar premium, alat ini juga dapat di gunakan pada kendaraan bermesin Diesel yang berbahan bakar solar.
Berminat menghemat BBM kendaraan anda? mungkin artikel ini bisa menjadi inspirasi anda.

Anda ingin tahu cara membuatnya lebih detail atau kalau mau melihat Foto-foto model yang sudah saya buat, cara pemasangan relay silahkan klik link dibawah ini:

http://my.opera.com/suryagunawan/albums/show.dml?id=562845



Yang perlu diperhatikan :
1. Air menggunakan air aki botol biru ( bukan ACCU ZUUR) atau air suling / Aquades / Air laut.
2. Bahan kimia yang dipakai untuk campuran air sebagai katalis adalah : KOH (Kalium Hidroksida) / Ca(OH)2 / Baking Soda jika sulit didapat anda dapat bereksperimen menggunakan Garam dapur (tidak direkomendasi karena garam bersifat korosif)
3. Tuangkan air terlebih dahulu (aliran listrik / accu sudah terpasang) baru masukan bahan kimia (KOH) sedikit demi sedikit hingga terjadi proses elektrolisa (seperti air mendidih) dari pengalaman air satu liter cukup dengan 1 sendok teh kecil , gunakan kaca mata karena KOH ini sangat berbahaya bila terkena mata.
4. Plat untuk Anoda & katoda berbahan Stainless stell yang tidak melekat pada magnet ini adalah bahan yang paling kuat dan aman (silahkan tes menggunakan magnet) Misal : Sendok/garpu stainless stell / Pengaris yang terbuat dari stainless stell (saya menggunakan material ini)
5. Elektroda positif dan electroda Negatif hanya berdekatan saja tidak saling menyentuh / berhubungan
6. Gunakan Relay untuk penyambunganya seperti gambar tertera dan berilah sekring pengaman +/- 5~15 Ampere
7. Gunakan 2 buah botol / tabung seperti gambar diagram dibawah, tabung ke dua air diisi air suling 1/3 saja (jangan terlalu penuh).
8. Jika anda membuat dari bahan pipa PVC berilah water level (gambar terlampir) supaya banyaknya air selalu terpantau.
9. Selain dipasang di manifold selang dapat juga dipasang / dimasukan di antara Carburator dan saringan udara (biasanya selang dari karet), atau dicabang dua dan dimasukan di ke dua bagian (intake manifold dan selang saringan udara sekaligus).
10. Untuk sepeda motor lebih baik gunakan aliran listrik dari Spull (ac) yang disearahkan terlebih dahulu menggunakan Dioda Bridge 10A (4 kaki) dan tambahkan lampu +/- 5 ~ 35Watt (silahkan bereksperimen) sebagai pengaman atau bisa juga dijadikan sebagai indikator katalis karena jika katalis kurang lampu akan menyala redup. (lihat gambar dibawah)

Saya sendiri menyebut alat ini SEMUN karena selain
SEderhana cara membuatnya,
MUrah biayanya,
Nyata hasilnya,..

Selamat mencoba.

Berikut beberapa contoh model Generator Electrolizer yg saya buat.




Generator sederhana menggunakan botol kecap (gambar atas).

bahan bakar air

Elektroliser Sederhana

Untuk membuat elektroliser, bahan-bahan yang diperlukan :
1. Toples kaca, ukuran 12 x 9 cm, atau silakan pilih ukuran toples masing2

user posted image user posted image user posted image

2. Lembar plastik tebal atau akrilik, dibentuk persegi panjang (sesuai tinggi toples), dilekatkan satu sama lain berbentuk +. Boleh bahan apa saja yang penting tidak dari logam dan tahan air.
3. Kawat stainles steel (Paling mudah pakai string gitar yang no. 3) 2 buah
4. Bekas pentil ban dalam 2 buah (Bisa minta ditempat tambal ban), plus 1 tutup pentil
5. Baut (panjang sekitar 2 cm), mur dan ring, satu pasang.
6. Triflow (cabang 3, bisa dibeli di tempat toko ikan/ alat2 aquarium), plus selang kecil
7. Selang vaccum
8. Kabel (isi dua) sekitar 2 meter
9. Sekering
10. Lighter Plug (bila menggunakan Cigarete lighter di kabin)
11. Lem plastik (Hot Glue)
12. Soda Kue (Sodium bikarbonat) sebagai katalis
13. Demineralised Water (Air Accu/suling, bukan Zuur)

Cara membuat :
1. Lekatkan tempat (lembar plastik) lilitan kawat pada tutup toples menggunakan hot glue.

user posted image user posted image user posted image 2. Lubangi tutup toples, 2 untuk pentil dan 2 untuk baut.
3. Pasang pentil, dan eratkan, tambahkan hot glue agar tidak bocor. Lekatkan selang kecil pada salah satu pentil yang akan dipakai untuk vaccum kontrol, sepanjang tempat lilitan.
4. Pasang baut dan ring disisi dalam tutup toples, kaitkan kawat stainless dan lilitkan sepanjang batang plastik sampai ke dasar, kaitkan diujung dasar. Sama dengan baut yang satunya. kedua kawat jangan saling dihubungkan. Eratkan baut dari sisi luar tutup toples. beri hot glue pada sisi dalam baut dan luar.
5. Sambungkan kabel ke tiap terminal baut. Salah satu kabel dipasang sekering. Sebaiknya disambungkan ke terminal yang "on" saat kunci kontak "on"

Persiapan Operasional
1. Isi toples dengan Air, sisakan 2 cm dibawah permukaan tutup toples, beri satu sendok teh soda kue, aduk hingga larut.
2. Tutup toples dengan erat.

user posted image

3. Sambungkan selang vaccum ke salah satu pentil, tambahkan tri flow, beri cabang ke inlet manifol, dan satunya ke inlet di bagian saringan udara (pre karburator) (lihat gambar).Tutup salah satu pentil dengan tutup pentil.

user posted image

4. Sambungkan kabel pada terminal di toples.
5. Hidupkan kunci kontak, bila didalam toples timbul gelembung putih, maka Hidrogen telah terbentuk.
6. Hidupkan mesin, maka akan ada udara luar yang masuk ke dalam toples, warna air menjadi putih karena penuh dengan gas hidrogen. Selang didalam toples akan mengeluarkan gelembung. Atur vaccum didalam toples dengan memutar tutup pentil.
7. Coba bedakan bunyi mesin, dan bau gas buang.


Memecah Air

user posted image
Elektroliser saat di aktifkan menghasilkan hidrogen (gelembung keputihan)
serta gelembung oksigen (bening).


user posted image
Saat mesin running, hidrogen bercampur dengan oksigen yang dihasilkan elektrolisis dan udara yang masuk melalui kontrol vakum.

user posted image

Selang vakum diberi sambungan triflow, yaitu dari satu dari toples, ke lubang inlet setelah karburator (untuk mesin saat idle) dan inlet sebelum masuk karburator (sekitar saringan udara, untuk gas penuh).
Kabel untuk suplai tegangan 12 volt pada VW ini memanfaatkan lighter cigarete. Bila tidak ada bisa disambungkan pada instrument yang hanya ada tegangan saat kunci kontak "on" untuk menghindari produksi gas saat mesin mati, jangan lupa ditambahkan sekering.

Dengan reaksi elektrolisis, air dapat dipecah menjadi Hydrogen dan Oksigen. Gabungan keduanya mempunyai daya bakar 8 kali (Ada yang menyebut 1000 kali lipat) yang lebih tinggi daripada bensin. Kombinasi antara bensin, hidrogen dan oksigen akan menghasilkan emisi gas buang yang ramah lingkungan.

Mesin Beetle 1303 ini telah ditambah Elektroliser untuk mensuplai Hidrogen dan Oksigen ke dalam ruang bakar. Hasilnya bensin lebih irit 30% , suara mesin lebih halus, bau asap knalpot tidak menyengat, tarikan

ziddu web hosting